Postur tubuhnya mungil, tingginya hanya 162
sentimeter, tetapi keganasan sayap serang Andik Vermansyah di lapangan
hijau membuat lawan tanding harus ekstra waspada. Pemain didikan
Persebaya Surabaya junior ini memiliki kecepatan, kelincahan, dan
akurasi tendangan ke arah gawang.
Andik menjadi salah satu motor
serangan saat Indonesia menjinakkan Thailand 3-1 di Stadion Gelora Bung
Karno, Minggu . Andik menjelajah lapangan dari kiri ke
kanan bertukar posisi dengan Oktovianus Maniani. Bahkan, dia ikut
berjibaku membantu pertahanan.
Andik dua kali terkapar di rumput
karena tekel keras bek kiri Thailand, Theeraton Bunmathan, dan gelandang
Ekkasit Chaobut. Karena pelanggaran itu, wasit asal Korea Selatan, Kim
Jong Hyeok, mengganjar kartu merah bagi kedua pemain itu.
”Untung tidak cedera. Tetapi, badan saya sakit-sakit karena dihajar terus oleh pemain Thailand,” ujar Andik disusul tawa.
Gol pertama Indonesia ke gawang Thailand yang dicetak Titus Bonai juga
hasil kerja sama umpan satu-dua Andik bersama bek sayap kanan Hasyim
Kipuw. Andik menjadi pemantul bola bagi Kipuw yang menusuk melalui sayap
sebelum melepaskan umpan matang yang disundul Titus Bonai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar